PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING PADA SISTEM PAKAR MENENTUKAN HUKUM DARAH WANITA

Main Article Content

Dina Maulina Nur Hadian Yull Astuti Tonny Hidayat

Abstract

Masalah hukum darah haid, istihadloh, nifas dan hukum ibadahnya masih banyak wanita yang salah menghukumi darah tersebut. Kebanyakan wanita menganggap bahwa darah yang keluar adalah darah haid, padahal darah tersebut belum tentu darah haid bisa jadi darah tersebut adalah darah istihadloh maupun darah nifas. Kesalahpahaman hukum tersebut banyak wanita yang meninggalkan kewajibannya karena tidak mengetahui secara pasti hukum darah kewanitaan. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang hukum darah kewanitaan. Untuk itu, diperlukan solusi untuk mengetahui hukum darah dan hukum ibadahnya tersebut. Penelitian ini dilakukan analisis pokok-pokok permasalahan yang ada, dan mencoba memberikan panduan kepada wanita melalui website sistem pakar untuk mengetahui hukum darah yang keluar dan hukum ibadahnya menurut mazhab syafi'i. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelusuran fakta forward chaining. Tahap pengembangan aplikasi diawali tahap analisis definisi persyaratan yang menghasilkan rekayasa pengetahuan, kebutuhan data dan kebutuhan sistem. Metode perancangan model proses menggunakan UML, ERD, perancangan interface dan relasi antar tabel. Aplikasi yang dibuat sistem pakar berbasis web sebagai penentu hukum darah wanita dan hukum ibadahnya yang berisikan konsultasi dan knowledge base. Web sistem pakar dibangun menggunakan bahasa pemrogaman PHP, MySQLdatabase server, dan sublime text sebagai text editor.
Kata kunci—3-5 hukum darah, sistem pakar, forward chaining

Article Details

How to Cite
MAULINA, Dina et al. PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING PADA SISTEM PAKAR MENENTUKAN HUKUM DARAH WANITA. SENSITIf : Seminar Nasional Sistem Informasi dan Teknologi Informasi, [S.l.], p. 629-642, dec. 2019. Available at: <https://ejurnal.dipanegara.ac.id/index.php/sensitif/article/view/334>. Date accessed: 20 feb. 2020.
Section
Articles