PELATIHAN MENDONGENG (ENGLISH STORYTELLING) UNTUK MENINGKATKAN SPEAKING SISWA - SISWI SMP

Main Article Content

Ashari P Swondo Ade Puspita Sari

Abstract

Mendongeng didefinisikan sebagai seni berdongeng melalui penggunaan kata-kata dan tindakan (Soleimani & Akbari, 2013) untuk menghibur penonton. Dengan kata lain, ini berbeda dari membaca cerita saat menceritakan kisah dari ingatan (Dujmović, 2006). Berdongeng adalah salah satunya cara terbaik untuk membantu siswa mempelajari empat keterampilan dalam bahasa pertama dan kedua mereka karena banyak manfaat yang tertanam dalam cerita. Ini juga meningkatkan keterampilan komunikasi peserta didik (Mokhtar, Kamarulzaman, & Syed, 2011). Menurut Sanchez (2014), mendongeng adalah cara terbaik untuk membantu siswa belajar bahasa kedua dengan cara yang sama seperti ibu mereka lidah. Mereka menyajikan part of speech seperti tata bahasa dan kosa kata secara bermakna konteks (Amer, 2003). Itu juga meningkatkan keterampilan menulis pembelajar dan memori visual mereka (Sarıca, & Usluel, 2016).
Menurut Miller dan Pennycuff (2008), berdongeng dapat digunakan sebagai sarana strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan peserta didik di semua bidang pembelajaran. Ini berguna teknik pengajaran untuk pengembangan bahasa dan mengeksplorasi makna dari pengalaman (Wood House, 2007). Juga meningkatkan pengetahuan umum siswa (Alsumait, Al-Musawi, 2013). Mendongeng juga meningkatkan ketepatan berbicara peserta didik (Chalak, & Hajian, 2013). Menggunakan berdongeng sebagai alat pengajaran untuk meningkatkan keterampilan berbicara pembelajar. Dengan demikian, diharapkanpelatihan  storytelling dapat membantu siswa meningkatkan kemampuannya kemampuan berbicara.
Berdasarkan hasil wawancara langsung dengan salah satu guru disekolah SMP Yabes School  Medan , menyatakan bahwa masih banyak permasalahan yang dialami oleh siswa dalam berbicara khusunya berdongeng. Masalah pertama adalah bahwa siswa mudah bosan dan tidak tertarik untuk berdongeng, dan selain itu guru menggunakan strategi tradisional seperti instruksi berbicara, masalah kedua adalah ada begitu banyak kesalahan dalam kosa kata, ejaan dan tata bahasa karena mereka belum menguasainya dengan baik. Jadi berdasarkan penjelasan di atas, peneliti tertarik untuk melatih siswa berbicara khususnya berdongeng.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles