Sosialisasi Awareness Siswa Normal Dengan Adanya Teman Berkebutuhan Khusus Di SD Pancabudi Medan

Main Article Content

Yurindra Yurindra Sujono Sujono

Abstract

Pendidikan ialah suatu usaha yang dengan sengaja dipilih untuk  mempengaruhi dan membantu anak yang bertujuan meningkatkan ilmu  pengetahuan, jasmani dan akhlak sehingga secara perlahan bisa mengantarkan  anak kepada tujuan dan cita-citanya yang paling tinggi. Berbagai sekolah didirikan  untuk tempat pendidikan bagi anak, baik sekolah formal maupun sekolah non formal tanpa memandang anak normal maupun anak berkebutuhan khusus. Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang memiliki  kekurangan baik cacat fisik, mental maupun sosial. Anak berkebutuhan  khusus memiliki hak yang sama layaknya anak-anak normal dalam aspek  kehidupan. Begitu pula dalam aspek pendidikan, anak berkebutuhan  khusus memiliki juga hak untuk bersekolah guna mendapatkan pengajaran  dan pembelajaran. Proses sosialisasi merupakan suatu proses yang mempunyai dampak amat signifikan dalam kelangsungan ketertiban siswa. Artinya, hanya lewat sosialisasi inilah norma-norma dan nilai-nilai sosial yang menjadi cerminan suatu keadaan tertib sosial dapat diteruskan dan diwariskan ke generasi seterusnya. Narwoko dan Suyanto (2004: 76) menambahkan bahwa hanya lewat proses-proses sosialisasi ini sajalah generasi-generasi muda akan dapat belajar bagaimana seharusnya bertingkah pekerti di dalam kondisi-kondisi dan situasi-situasi tertentu. Keberadaan individu atau anak-anak berkebutuhan khusus, secara riil ada di sekolah umum tidak hanya ada di sekolah luar biasa. Dalam kenyataannya, begitu banyak anak-anak berkebutuhan khusus yang dapat kita temui di sekolah reguler terutama di sekolah-sekolah tingkat rendah seperti di sekolah dasar. Anak berkebutuhan khusus (ABK) sering kali mendapat perlakuan yang berbeda dalam hal layanan pendidikan, karena mereka dipandang memiliki hambatan dalam beberapa dimensi kehidupan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles